Arus Listrik AC adalah merupakan jenis arus yang tidak mengalir secara searah. Melainkan bolak-balik. Arus AC memiliki nilai dan arah yang selalu berubah-ubah dan akan membentuk suatu gelombang yang bernama gelombang sinusoida.
Gambar 1.1 Alternaing Current Curve
Pada arus listrik AC, dikenal yang namanya frekuensi. Yang mana besarnya frekuensi ini berbeda-beda di setiap negara.
Di Indonesia, arus listrik AC yang ditetapkan oleh PLN memiliki frekuensi sebesar 50 Hertz. Sedangkan tegangan standar untuk arus bolak-bali 1 fasa di Indonesia adalah 220 Volt. Contoh penggunaan dari arus listrik AC pun sangat banyak.
Pengertian Arus Listrik DC (Direct Current)
Arus Listrik DC merupakan jenis arus yang mengalir secara searah. Awalnya arus DC dikira mengalir dari kutub positif menuju kutub negatif.
Gambar 1.3 Direct Current Curve
Namun kini banyak ilmuwan yang mengatakan bahwa sebenarnya arus listrik DC mengalir dari Kutub negatif ke kutub positif.
Aliran inilah yang menyebabkan terjadinya lubang-lubang bermuatan positif yang membuatnya seperti terlihat mengalir dari kutub positif ke kutub negatif. Pada arus DC, tegangan listrik memiliki nilai dan arah yang tetap.
Contoh Peralatan Yang Menggunakan Arus AC contoh:
Kipas angin
Televisi
Mesin cuci
Lemari Es (Kulkas)
Pendingin ruangan/ AC (Air Conditioning)
Motor listrik
Pompa air
Kompressor
Hair dryer
Vacum Cleaner
Solder listrik
Mesin jahit
Lampu penerangan rumah
Projector
Contoh Peralatan Yang Menggunakan Arus DC:
Handphone (HP)
Laptop, Netbook, dan Tablet
Senter Listrik
Motor DC
Remote Control
Kalkulator
Multimeter Digital dan Multimeter Analog
Lampu LED
Perbedaan arus listrik AC dan DC
AC (Arus Bolak Balik)
DC (Arus Searah)
Energi yang dibawa
Aman untuk memindahkan energi dalam jarak yang jauh Dan memberikan lebih banyak energi
Tidak dapat memindahkan energi yang jauh, karena akan kehilangan energi